Artikel Dosen

Internet of Things for Saving Energy

Internet of Things (IoT) secara bahasa berarti internet untuk segala sesuatu. IoT mengandung pengertian bahwa peralatan yang ada disekitar kita telah terintegrasi antara satu dengan lainnya melalui internet. Peralatan yang dimaksud tentunya bukan semua peralatan tetapi merupakan peralatan yang didalamnya telah tertanam teknologi internet, seperti laptop, tablet, smartphone dan peralatan elektronik lainnya. Bahkan ada juga benda-benda sekitar kita yang memungkinkan untuk ditambahkan dukungan internet, seperti kulkas, mesin cuci, lampu rumah dan masih banyak lagi. (Islami, 2015). IoT dapat juga dijelaskan sebagai sebuah group peralatan yang saling terkoneksi melalui internet. Segala sesuatu yang masuk dalam group terhubung melalui piranti seperti transduser, sensor, aktuator serta manusianya sendiri. Konsep IoT ini bertujuan untuk lebih memanfaatkan konektivitas internet yang kontinyu agar lebih bisa dimanfaatkan untuk memudahkan aktifitas manusia. (Prasetiyo, 2017) Cara kerja IoT adalah mengumpulkan data dan informasi dari piranti transduser maupun sensor untuk kemudian antar piranti saling berkomunikasi dan menghasilkan perintah berupa aksi melalui actuator. Penggunaan IoT dalam aktifitas manusia yang sedemikian luas, tentunya dapat juga diaplikasikan untuk keperluan hemat energi. Cara kerja sistem yang dimaksud adalah dengan melakukan monitoring besaran energi listrik melalui piranti sensor maupun transdser dan membuat sebuah big data. Penggunaan big data beserta artificial intelligence(AI) dapat diaplikasikan untuk membangun sebuah sistem otomatis seperti pengaturan jalan raya, pengurangan emisi gas CO2, informasi kuliner dan lain sebagainya (Santoso, 2021). Dengan cara yang sama, memanfaatkan transduser arus ke tegangan dapat digunakan untuk menggali data tentang pemakaian energi listrik. Transduser adalah suatu perangkat listrik (elektronik, elektro-mekanik, elektromagnetik, fotonik atau fotovoltaik) yang mengubah satu jenis energy (parameter fisik) menjadi jenis energi lain untuk tujuan tertentu (Christianti). Salah satu data dari transduser yang digunakan untuk membuat sebuah sistem hemat energi adalah big data pemakaian energi listrik. Besaran arus maupun tegangan listrik yang diubah oleh transduser dapat di ubah menjadi big data dengan format digital. Big data merupakan teknologi yang memberikan pengetahuan dan biasanya digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan (Ika, 2018). Big data dari transduser ini dapat dipelajari untuk membuat keputusan apakah pemakaian energy listrik sudah sesuai dengan kebutuhan atau malah terlalu banyak energy yang terbuang sia-sia karena memang tidak dibutuhkan. Dengan big data ini kita bisa melakukan pembenahan sistem pemakaian energi dengan cara monitoring ruang atau lokasi mana saja yang pemakaian energinya banyak, untuk kemuadian dilakukan audit agar bisa lebih efisien pemakaiannya. Untuk membangun sebuah sistem pemakaian energi yang efektif dapat juga dilakukan dengan cara memanfaatkan sensor. Sensor dan transduser dapat dimanfaatkan untuk monitoring schedule on-off ruangan. Sebagai contoh untuk kebutuhan penerangan. Ruangan tidak perlu menyala saat sudah tidak ada aktifitas selama 10 menit. Dengan sensor gerak dan suhu, sistem IoT dapat dimanfaatkan untuk mengambil keputusan agar menyalakan lampu saat ada gerakan dan memetaikan lampu saat tidak ada gerakan. Dengan cara demikian maka efisiensi pemakaian energy listrik dapat dilakukan. Referensi: Christianti, R. F. (n.d.). ittelkom-pwt.ac.id. Retrieved October 28, 2021, from ittelkom-pwt.ac.id: http://bongga.dosen.ittelkom-pwt.ac.id/wp-content/uploads/sites/4/2015/12/TRANSDUCER-1.pdf Ika. (2018, August 7). https://www.ugm.ac.id. Retrieved October 28, 2021, from https://www.ugm.ac.id: https://www.ugm.ac.id/id/berita/16791-big-data-bantu-pengambilan-keputusan Islami, M. J. (2015, February 24). BPPTIK. Retrieved October 28, 2021, from Kementrian Komunikasi dan Informasi: https://bpptik.kominfo.go.id/2015/02/24/810/mengenal-internet-of-things-iot/ Prasetiyo, E. E. (2017). Aplikasi Internet Of Things(IoT) untuk pemantauan dan pengendaliann beban listrik di ruangan. Jurnal Teknika STTKD, 28-39. Santoso, A. (2021, Agustus 17). Big Data. Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia: www.umaha.ac.id.

Internet of Things for Saving Energy Read More »

Pemuda dan Desa

Pemuda, saat kita berbicara mengenai pemuda maka hal tersebut pasti berkaitan dengan masa depan karena pemuda adalah individu yang akan membentuk masa depan suatu wilayah. Pemuda dan desa adalah dua hal yang jika disatukan akan membentuk suatu wilayah. Bagaimana wilayah tersebut menjadi bagus kah hancurkah maka hal tersebut tergantung dari peran pemuda. Jika pemudanya hanya diam saja maka wilayah atau desa tersebut juga akan diam saja tanpa ada inovasi apapun. Seorang pemuda memiliki jiwa nasionalisme membangun desa perlu di tumbuhkan dari dilibatkannya pemuda dalam setiap kegiatan desa. Saat seorang pemuda merasa dibutuhkan, hal tersebutlah yang mengikat pemuda untuk merasa dibutuhkan dan membantu desa berkembang.Pemuda membantu desa berkembang juga tidak bisa kita artikan sederhana seperti butuh dan tidak dibutuhkan, namu pemuda juga harus memiliki kompetensi dalam mengembangkan desa. Sehingga pemuda memiliki daya saing yang handal dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Maka dari hal tersebut kembali kepada butuh dan tidak dibutuhkan hal utaama dalam pemenuhan kompetensi pemuda adalah sikap sosial kepedulianya terhadap desa. Karena banyak kasus terjadi karena keacuhan dan ketidak tahuan pemuda setempat dlam pelaksanan pembangunan desanya, seperti tidak transparanya pendanaan untuk desa. Menjadi pemicu penghambat dalam proses kemajuan desa karena sebanyak apapun anggaran yang diberikan untuk desa oleh pemerintah guna membangun desa tapi tidak dikelola dengan baik akan melahirkan sebuah peluang tindakan kejahatan/korupsi di desa.Mungkin banyak yang tidak memahami bahwa pembangunan desa tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang desa paragraf 3 dalam hal Pemantauan dan Pengawasan Desa Pasal 82 yaitu; 1. Masyarakat desa berhak mendapatkan informasi mengenai rencana dan pelaksanaan pembangunan desa. 2. Masyarakat desa berhak melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembangunan desa. 3. Masyarakat desa melaporkan hasil pemantauan dan berbagai keluhan terhadap pelaksanaan pembangunan desa kepada Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa. 4. Pemerintah Desa wajib menginformasikan perencanaan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan. Jangka Menengah Desa, Rencana Kerja Pemerintah Desa, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. 5. Kepada masyarakat desa melalui layanan informasi kepada umum dan melaporkannya dalam Musyawarah Desa paling sedikit 1 (satu) tahun sekali. 6. Masyarakat desa berpartisipasi dalam Musyawarah Desa untuk menanggapi laporan pelaksanaan pembangunan desa. Berdasarkan ketentuan yang mengedepankan sebuah nilai-nilai demokrasi yang dibuat oleh pemerintah terkait pembanguanan desa tentu memiliki tujuan. Artinya, agar apa yang diharap oleh pemerintah dan masyarakatnya dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan mengacu kepada Peraturan Pemerintah Pusat No. 6 tahun 2014 bahwa desa diberikan wewenang dalam mengembangkan dan memajukan desa yang bersangkutan dengan diberikan anggaran sebesar 1,4 miliyar pertahunnya. Dalam hal ini banyak para masyarakat yang masih meragukan terhadap kridibilitas pemerintah desa dalam keberlanjutan pengembangan desa dengan anggaran sebesar 1,4 miliyar tersebut. Keraguan tersebut berdasarkan fakta yang pada saat ini masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh kepala desa baik dalam pembangunan maupun dalam kebijakan mengenai aset Desa. Dalam permasalahan ini tentu Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat tidak bisa melakukan kontroling setiap waktu terhadap kinerja di pemerintahan desa karena selain jarak tempuh, dan akses yang belum memadai sehingga masih sulit mendapatkan informasi terkait kinerja desa. Maka disisnilah peran Pmuda desa harus di manfaatkan secara maksimal. Jika pemuda memiliki nasionalismenya untuk membangun desa maka pemerintah daerah akan memiliki informasi lebih akurat mengenai desa tersebut, lebih cepat dalam pembangunan karena informasi yang di terima juga lebih cepat. Kolaborasi lebih banyak dari setiap individu akan mempercepat pembanguna suatu wilayah dalam hal ini desa.

Pemuda dan Desa Read More »

A Fancy Phrase Called Society 5.0

Society 5.0 diinisiasi di Jepang pada tahun 2016, society 5.0 merupakan jawaban dari puncak revolusi industry 4.0 yang lebih berfokus pada kecanggihan teknologi, yang pada giliranya memiliki potensi dampak negative terhadap otomatisasi robotik sehingga akan mengancam  keberlansungan sebagian profesi yang ada saat ini, orang-orang akan digantikan oleh mesin atau robot. Namun apakah sepenuhnya benar demikian?, apakah manusia akan tergantikan oleh robot, sehingga akan banyak manusia yang kehilangan pekerjaanya?, mari kita cermati terlebih dahulu sejarah perkembangan revolusi industry dari waktu ke waktu. Diawali dengan revolusi industry 1.0 ditandai dengan ditemukannya mesin uap pada abad ke -18 yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas kerja, alat produksi industri tekstil yang sebelumnya hanya mengandalkan tenaga hewan dan manusia. Dilanjutkan dengan revolusi industri 2.0 mulai mucul tenaga listrik, dan terus berkembang hingga memicu kemunculan lini produksi dengan menggunakan coveyor belt dan spesialisasi/pembagian kerja  pada tahun 1913 sehingga mampu untuk meningkatkan  kapasitas dan efisiensi produksi.  Zaman semakin berkembang begitupula dengan teknologi dilanjutkan dengan revolusi industry 3.0 pada era tahun 80-an hingga 2000-an dengan muculnya teknologi komputasi, robot, dan internet hingga pada puncaknya mencapai revolusi industry 4.0 dimana pada fase ini mucul teknologi kecerdasan buatan, teknologi nano dan teknologi hal berbasis internet/internet of things (IoT), dimana alat dengan kelengkaan sensor dan perangkat lunak, sudah dapat bekerja/mentrasmisikan data secara nirkabel dengan perantara internet. Dari fase-fase perjalanan ini kita secara sederhana kita dapat menganalisa, bahwa setiap perkembangan teknologi bertujuan untuk meningkatkan produktifitas yang pada giliranya diharapkan mampu untuk menyederhanakan kerumitan untuk lebih mempermudah kehidupan dan aktivitas manusia secara umum. Teknologi hendaknya dapat kita berdayakan secara positif dan bukan sebaliknya, teknologi dan manusia handaknya bersinergi dan saling melengkapi. Dalam praktek kehidupan sehari-hari, sebagai pelajar/mahasiswa/pengajar misalnya, berapa banyak dari kita yang sudah menggunakan teknologi secara positif dalam mendukung produktifitas belajar, memanfaatkan aplikasi pengingat pada ponsel pintar untuk mencatat hal-hal penting selama perkuliahan/webinar, menggunakan media sosial yang dapat mendukung pengembangan diri serta mengoptimalkan kemampuan mengasup informasi dari buku pelajaran, atau  mendengarkan buku bersuara disela padat aktivitas harian kita. Ini pertanyaan yang harus dijawab oleh kita dengan merubah kebiasaan dan prilaku, tentunya. Pada akhirnya teknologi adalah cara, cara menjalani kehidupan dengan mencerdasi permasalahan yang kita hadapi agar dapat terselesaikan dengan lebih baik, teknologi adalah solusi atas sebuah permasalahan namun tentu saja dalam perkembangannya teknologi juga memiliki sejumlah dampak negatif, ibarat pisau bermata dua yang lagi-lagi tergantung dari si pemakai, maka mari bijak dan arif dalam berteknologi, sehingga nilai pada society 5.0 yang memberdayakan manusia dalam memanfaatkan teknologi dapat tercapai, dan bukan hanya menjadi jargon mewah/fancy yang digembar-gemborkan secara serampangan tetapi menjadi sebuah budaya positif dalam meningkatkan kesejahteraan hidup dimasyarakat. mengintegrasikan perkembangan teknologi dan manusia memerlukan perjuangan dimulai merubah cara pandang, pola pikir dan perilaku kebiasaan-kebiasaan kecil, dimulai dari kita.

A Fancy Phrase Called Society 5.0 Read More »

COMPETITIVE ADVANTAGES AND MARKETING STRATEGY ENCOURAGING PERFORMANCE MARKETING OF SMEs

Economic agents must be able to efficiently operate their businesses and capable to compete in a fast changing marketing environment. Both the relatively fast changing marketing environment and the constantly higher public demands mean that business practitioners must be able to make quick adjustments with the aims to sustain their business operations, to develop their business (profits) and to strengthen their positions within their organizations. Judging from the immense potentials in Indonesian markets, small- & medium-sized enterprises (SMEs) can reap these opportunities by employing appropriately oriented marketing strategies. Unfortunately, the amounts of SME contributions in Indonesia are still relatively small compared to the number of operating SMEs in Indonesia. SMEs have the capacity to absorb as high as 97% of the national labour and contributed to around 57% of GDP (Bank Indonesia, 2015). According to Ina Primiana (2016), even though SME’s contribution to GDP and SME’s labour absorption show increasing trends, SME’s access to supply chain of global production is still very limited. SME’s contribution to global supply chain in Indonesia is only as small as 0.8%. The majority of SMEs do not have information and access to global market. Moreover, SME’s contribution to Indonesian export in 2015 was only 15.8%, much smaller compared to neighbouring countries in South East Asia. SME’s contributions to export reached 29.5% for Thailand and 20% for the Philippines. In a global scale, SME’s contributions to export reached 55.9% for Germany and around 53.8% for Japan. In light of the increasing market opportunities, but only small numbers of SMEs that benefited from those opportunities, it can be assumed that it was because the majority of SMEs do not have sufficient internal resources at their disposal, especially in their lack of superior skills that hinder their marketing performances. SME’s low marketing performance was probably caused by their incapability to gain access to market opportunities. If SMEs cannot gain benefits from market opportunities because their lack of competitive advantages, it will be difficult for SMEs to design an appropriate marketing strategy. An inappropriate strategy will badly affect their marketing performances. The highly competitive challenges also demand that SMEs need to be more creative and innovative in their efforts. SMEs must be able to build competitive advantages by creating an appropriate marketing strategy to improve their marketing performances. According to Urban and Star (1991) the success of an organization in gaining its marketing performance will depend on how capable that organization in developing an appropriate marketing strategy for its targeted customer. An organizational marketing strategy must be accompanied by improvements of internal aspects within organization in terms of superior skill, superior resources and superior control to create organizational advantages. The methodology in this study is set out with the realization of environmental factors surrounding an SME and subsequently followed by designing an appropriate strategy for that SME. The choice of a marketing strategy by an SME will determine its competitive strategy in improving its marketing performance. It is inevitable that SME must build a competitive advantage. It is because every organization in an industrial environment will want to be better compared to its competitors. The sources of SME’s competitive advantage will significantly affect its product market strategy. SME’s competitive advantage will also affect its marketing strategy. And in turn, both SME’s marketing strategy and product market strategy will affect its marketing performance. Based on a survey on Taiwanese SMEs, Wai-Sum Siu , Wenchang Fang & Tingling Lin (2006) demonstrated that higher-performed SMEs gave higher priority to marketing activities in their organizational planning. Higher-performed SMEs realize the importance of an appropriate marketing strategy in building competitive advantage. A higher marketing performance will definitely contribute to the success of SMEs. An SME’s marketing strategy is formulated based on marketing information gained from the results of environmental analysis of business (marketing) and built upon the sources of advantages that the organization has in its disposal. It is also designed by determining the right market segmentation and selecting the target market as well as by implementing mixed marketing on its target market according to the demands of its customers. An SME’s marketing strategy can also be built upon its internal resources (resource-based strategy). This type of strategy utilizes superior local resources to create core competency in delivering value-added products to gain competitive advantage. By employing this strategy, SME must build upon its internal special skills to create superior core products in order for SME to be able to expand its market share. The starting point for a marketing strategy lies in its framework with the focus to tackle the changes in a business environment by considering the characteristics of its customers, competitors and its own organization. The objective of a marketing strategy is to make an organization capable to achieve advantage over its competitors. In a competitive environment, SMEs need to be able to comprehend the characteristics of their customers, competitors that served the same customers, and their own organizational capabilities to tackle those competitions. These factors will also determine the target market that should be selected to be able to benefit from the market opportunities that are presented. The success of an SME in developing its marketing strategy will depend on its accuracy in identifying market opportunities and challenges in its marketing environment. A marketing environment consists of internal and external factors of an SME. The ability to comprehend a marketing environment must be accompanied by understanding of “what business are we in”. By implementing an appropriate marketing strategy SMEs can understand about the business that they are in, the conditions of market demands, the strengths and weaknesses of their competitors and their product line-ups and/or service offerings. SWOT analysis (strength, weakness, opportunity, threat) is needed as a part of marketing environment analysis. A marketing environment consists of both internal and external environments. External analysis is needed to identify factors that are outside or beyond the organization that cannot be controlled by the organization. The purpose of external factors analysis is to identify potential threats and opportunities that are present. External factors include political

COMPETITIVE ADVANTAGES AND MARKETING STRATEGY ENCOURAGING PERFORMANCE MARKETING OF SMEs Read More »

Mengembalikan Bootloader Windows Yang Hilang

Kali ini saya akan membahas tentang cara mengembalikan bootloader windows yang hilang setelah melakukan dual-boot, baik itu windows 7, 8 ataupun windows 10. Berikut untuk cara mengembalikan bootloader windows yang hilang: Hidupkan PC atau Laptop dan pilih booting melalui Linux, disini saya menggunakan linux \\\”Ubuntu\\\” 2. Setelah selesai booting, buka Terminal dengan menekan tombol ctrl+alt+t 3. Selanjutnya masukkan syntax dibawah ke Terminal dan tekan enter sudo update-grub 4. Setelah sudah seperti gambar diatas, maka ketik syntax selanjutnya sudo update-grub2 5. Jika sudah selesai, maka langkah terakhir adalah merestart PC atau Laptop anda, dan akan muncul bootloader dari windows / sistem operasi utama anda seperti dibawah Sekian dari saya, Terimakasih… Penulis : Mochammad Angga Prasetyo

Mengembalikan Bootloader Windows Yang Hilang Read More »

CROSS DOCKING

Logistik perkotaan (city logistics) menurut Barcelo, Grzybowska, & Pardo (2005) sebagai pergerakan aliran barang untuk menyuplai barang ke daerah pusat perkotaan dengan menggunakan moda transportasi pengangkut. Sedangkan arti logistik sendiri merupakan perencanaan dan pengendalian aliran material dan informasi dalam sebuah organisasi baik di sektor publik maupun swasta (Ghiani, Laporte, & Musmanno, 2004), atau perencanaan dan pengendalian aliran material dan informasi dalam sebuah organisasi baik di sektor publik maupun swasta (Ghiani, Laporte, & Musmanno, 2004). Dengan semakin pesatnya perkembangan bisnis E-Commerce maka akan semakin banyak barang yang masuk dari berbagai kawasan, baik dalam maupun luar negeri.  Distribusi adalah kegiatan penyampaian produk dari produsen sampai ke konsumen sebagai pemakai akhir (Kotler, Saliba, & Bruce, 1991). Kegiatan distribusi merupakan suatu hal yang utama dalam suatu usaha manufaktur. Dalam sebuah distribusi, akan menciptakan sebuah sistem yang terpadu dari satu koordinat ke koordinat lain.  Menurut Ghiani, Laporte, & Musmanno (2004) “secara garis besar strategi distribusi dibedakan menjadi tiga, yaitu cross docking (atau sering disebut just in time distribution), direct shipment, dan warehousing”. Berbeda dengan gudang tradisional, sistem cross docking adalah gudang yang langsung mengirimkan barang dan tidak menyimpan barang tersebut (Shuib & Fatthi, 2012). Salah satu hal terpenting dalam manajemen rantai pasok adalah bagaimana mengontrol aliran fisik dari rantai pasok. Masyarakat perkotaan yang hiterogen dengan kebutuhan yang beranekaragam menyebabkan variasi produk yang beragam juga. Hal ini mengakibatkan semakin banyaknya barang yang masuk dengan jumlah sedikit tetapi variasinya banyak. Dengan sistem cross docking dapat mengurangi biaya simpan dan angkut dalam Pasok chain, hal ini dikarenakan dari berbagai type produk yang datang dari truk dibongkar,dipilah kemudian di muat kembali kedalam truk pengiriman. Jika ada beberapa produk yang tidak ada pesanan pengiriman akan disimpan pada tempat penyimpanan sementara yang ada di lokasi cross dock tersebut. Daftar Pustaka: Barcelo, J., Grzybowska, H., & Pardo, S. (2005). Vehicle Routing and Scheduling Models, Simulation and City Logistics. Catalunya: Universitat Politecnica. Ghiani, G., Laporte, G., & Musmanno, R. (2004). Introduction to logistics systems planning and control. Chichestar: John Wiley & Sons. Kotler, P., Saliba, S., & Bruce, W. (1991). Marketing management: Analysis, planning, and control: Instructor\\\’s Manual. New Jersey: Prentice Hall. Shuib, A., & Fatthi, W. N. (2012). A review on quantitative approaches for dock door assignment in cross-docking. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology , 2 (5), 370-374. Penulis : M. Anshori

CROSS DOCKING Read More »

Semangat Hijrah dalam Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan cinta NKRI

Hidup dan aktivitas Kehidupan bukanlah perkara yang ringan dan berjalan begitu saja tanpa hikmah. Kalau kita mau  merenungkan bagaimana perjalanan  Nabi Muhammad SAW dalam sejarah hidupnya, Kenapa Rasululloh harus hijrah dari tempat kelahirannya?  kenapa Ia menahan rasa sakit dan lapar sampai berhari-hari, sampai-sampai baginda Muhammad SAW harus hijrah keluar dari Mekah. Ini menunjukkan bahwa hidup agar bermanfaat dan tidak sai-sia harus digunakan untuk berjuang. Sungguh berat orang meninggalkan tanah kelahirannya, begitu juga Nabi Muhammad SAW.  ketika keluar dari Mekah karena beratnya keluar dari Mekah ia menoleh dan mengatakan  kepada Mekah : “Wahai Mekah Alloh tahu bahwasanya engkau adalah kota yang paling aku cintai, tempat Kelahiranku yang paling aku cintai. Andaikata kaummu tidak mengeluarkan aku darimu secara paksa, maka aku tidak akan keluar dari kota ini”. Ini menunjukkan betapa besar cintanya Nabi Muhammad SAW kepada tanah kelahirannya,  yang kemudian oleh orang sekarang disebut dengan rasa nasionalisme. Nasionalisme adalah sebuah kata yang tidak asing lagi terdengar di telinga kita, karena pada dasarnya nasionalisme sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Nasionalisme merupakan semangat kebangsaan atau persatuan, dalam perkembangannya dijadikan sebuah paham yang menempatkan persatuan dari berbagai elemen sebagai sesuatu yang vital ada dalam jiwa setiap individu yang bernaung dalam suatu komunitas. Keadaan semacam itulah yang telah diterima menjadi sebutan ideal dalam bentuk komunitas yang lebih besar. Anderson (2001) berpendapat bahwa nasionalisme belandaskan persatuan dari komunitas-komunitas yang dibayangkan. Kesatuan ini disatukan oleh sebuah persaudaraan yang setara sehingga menciptakan entitas yang utuh. Nasionalisme terbentuk dari kesamaan stimulus sehingga perasaan kebangsaan yang terbentuk adalah sama. Sementara itu Smith (1991) memberikan pengertian nasionalisme adalah kualitas dan integritas kesadaran nasional warga bangsa, atau suatu bangsa definisi nasionalismenya dengan menyatakan bahwa nasionalisme ada sebelum lahirnya bangsa karena sudah ada dalam diri etnis yang kemudian mendorong mereka untuk membentuk negara sendiri. Nasionalisme dimasa Nabi Muhammad SAW Telah kita ketahui bahwa rasa nasionalisme sudah ditunjukkan pertama kali oleh Nabi  SAW ketika hijrah, Bagaimana beliau mencintai negaranya dan tempat kelahirannya, karena disitulah beliau dilahirkan. Nabi SAW harus rela keluar dari Mekah demi untuk tegaknya Islam dan kejayaan islam. Bukan berarti beliau keluar dari Mekah melarikan diri.tapi beliau keluar untuk menyusun kekuatan hijrah ke Madinah yang sebelumnya didahului sebagian para sahabat telah pergi ke Madinah. Yang demikian ini bukan karena tanpa alasan. Tapi karena sebab yang mengharuskan mereka keluar dari Mekah yaitu karena banyaknya umat Islam yang dibunuh dan disiksa oleh orang-orang kafir Mekah pada waktu itu, sebagaimana dibunuhnya sahabat sumayyah yaitu orang yang Syahid pertama dalam islam, termasuk Yasir orang tua Amar suami dari sumayyah juga terbunuh, termasuk sahabat Bilal yang ditindih majikannya dengan batu di tengah-tengah terik matahari yang panas. Maka dari situlah ada perintah yang menyebabkan mereka harus keluar dari Mekah menuju Madinah.  Allah telah mengabadikan dalam surat at-taubah ayat 100 : ﵟوَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١٠٠ ﵞ   “ Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka, Allah Ridha kepada mereka dan mereka pun Ridho kepada Allah, Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang Agung).  Sungguh besar perjuangan sahabat-sahabat Muhajirin mereka rela meninggalkan harta benda kekayaan, keluarga dan  saudara demi untuk mengikuti perintah hijrah. Maka tidak mau kalah dengan perjuangan sahabat muhajirin, di Madinah sahabat Anshar berlomba-lomba menyambut sahabat muhajirin. Sungguh sahabat Ansor besar jiwanya sehingga mereka mau menyerahkan harta bendanya dan berkorban demi cinta kepada sahabat Muhajirin sehingga tidak ada diantara sahabat Anshor mengatakan: “ ini tanahku,  Ini rumahku,  ini harta bendaku. Tapi justru dengan senangnya mereka berlomba –lomba memberikan kepada sahabat Muhajirin seraya mengatakan” ambil tanahku,  Ini rumahku ambil kamu yang mau,  ini harta bendaku ambil mana yang kamu mau. Berangkat dari situlah baik sahabat muhajirin maupun Anshar  mereka bersatu padu untuk menyatukan kekuatan. Inilah yang kemudian disebut dengan ukhuwah islamiyah (hubungan persaudaraan karena seagama) dan berkembang menjadi ukhuwah Wataniyyah (hubungan persaudaraan karena setanah air). Maka dari sinilah muncul benih-benih persatuan dan kesatuan untuk menyusun kekuatan demi melepaskan kota mekah dari penindasan dan pendholiman orang kafir mekah. Nasionalisme dalam Mempertahankan Kemerdekaan  hingga generasi Muda Masa depan Semangat nilai-nilai hijrah dipakai oleh pejuang pejuang kita dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Selama 350 tahun Indonesia terjajah mulai tahun itu juga Indonesia berjuang dari keterkungkungan dan penindasan, maka kemerdekaan itu tidak akan didapat kecuali dengan menanakan rasa nasionalisme dan cinta Negara  Kesatuan Republik Indonesia. Politik belah bambu digunakan oleh penjajah baik Belanda, Inggris maupun Jepang untuk memecah belah rakyat Indonesia. Maka dengan ukhuwah islamiyah dan ukhuwwah wataniyyah kaum santri dan Kyai beserta seluruh komponen bangsa Indonesia bersatu-padu bergabung berjuang merebut kemerdekaan. Dengan menanamkan rasa nasionalisme dan cinta NKRI Rakyat tidak mudah dihasut dan dipecah belah oleh kaum penjajah. Mereka sadar  karena dengan kemerdekaanlah mereka bisa beribadah dengan tenang,  dengan kemerdekaan bisa makan tidur dengan tenang, dengan kemerdekaan mereka bisa menikmati kehidupan berdampingan dengan tenang dan damai. Tonggak sejarah yang terpenting dalam proses nasionalisme di Indonesia adalah ketika lahirnya Budi Utomo pada tahun 1908, diikuti ikrar Sumpah Pemuda pada tahun 1928, yang mengilhami lahirnya konsep bertanah air Indonesia, berbangsa Indonesia dan berbahasa Indonesia. Proses nasionalisme tersebut berlanjut dan melandasi perjuangan-perjuangan berikutnya hingga lahirlah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 setelah melalui proses yang sangat panjang dan berat. Keberhasilan bangsa Indonesia lepas dari penjajahan melalui perjuangannya sendiri juga melahirkan pengakuan dunia bahwa nasionalisme Indonesia termasuk salah satu yang terkuat karena hanya sedikit negara dari dunia ketiga yang mampu merdeka melalui proses revolusi (Hara, 2000). Kemerdekaan tidak bisa  didapat kecuali dengan menanamkan rasa nasionalisme pada rakyat bangsa Indonesia. di samping itu kesatuan harus dibentuk agar tidak mudah di pecah belah oleh  penjajah. Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipertahankan maka untuk menggerakkan hati rakyat Indonesia khususnya agar cinta tanah air dibuatlah mars subbanul Wathan . Mars Subbanul Wathan bukanlah mars NU. Ia adalah lagu kebangsaan milik seluruh bangsa Indonesia meski berbahasa Arab. Ya Lal Wathan diciptakan oleh KH. Abdul Wahab Chasbullah pada tahun 1916 saat mendirikan organisasi gerakan bernama Syubanul Wathan yang berbunyi:

Semangat Hijrah dalam Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan cinta NKRI Read More »

5 Jurus Sakti memulai Bisnis di tengah pandemi

1. Cari Bisnis Potensial  Bisnis apa yang masih potensial di tengah penurunan daya beli dan pandemi yang membuat orang membatasi aktivitas di luar rumah? Ternyata cukup banyak, lho, yang bisa jadi pertimbangkan dalam memulai Bisnis.  Pertama, bisnis sektor healthcare. Pandemi ini melahirkan banyak kebiasaan baru. Orang menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga diri dari paparan virus. Anda bisa menimbang berbisnis peralatan pendukung kesehatan seperti masker, face shield, jaket antivirus, hingga suplemen vitamin untuk mendukung imunitas tubuh.  Kedua, bisnis sektor kuliner. Dalam situasi apapun, bisnis kuliner tetap menjanjikan. Di tengah pandemi, Anda bisa menjajaki berjualan makanan beku (frozen food) siap saji dan siap masak, makanan sehat pendukung imunitas, dan lain sebagainya. Ketiga, bisnis pakaian rumahan. Tidak dinyana, bisnis home dress seperti gamis rumahan, daster, dan piyama, laris manis selama pandemi. Banyak menghabiskan waktu di rumah membuat banyak kaum hawa membutuhkan baju rumahan lebih banyak.  Keempat, bisnis peralatan olahraga. Siapa sangka di tengah pandemi penjualan sepeda malah melesat tinggi? Sepeda menjadi buruan banyak orang yang sudah jenuh di rumah dan ingin berolahraga dengan tetap menerapkan social distancing. Tidak harus berjualan sepeda. Anda bisa menjajaki bisnis alat pendukung olahraga sepeda seperti helm, pakaian olahraga, ataupun sepatunya. Kelima, jasa guru privat. Pemerintah telah menetapkan pembelajaran jarak jauh diterapkan mulai tahun ajaran 2020/2021 selama pandemi belum berakhir. Tidak sedikit orang tua yang kesulitan mendampingi anak-anak mereka belajar dari rumah. Terlebih di masa new normal ini, kebanyakan karyawan sudah mulai kembali bekerja dari kantor, alias work from office (WFO). Ini sebenarnya peluang bagi Anda yang bergerak di segmen pendidikan. Yaitu dengan menawarkan jasa sebagai guru privat. Pasarkan dengan tetap menjunjung penerapan protokol COVID-19 agar calon pelanggan percaya dengan keamanan jasa Anda. 2. Pilih Yang Ringan Modal Setelah meriset bisnis potensial apa saja yang berpeluang meraih pasar di tengah pandemi, langkah selanjutnya dalam memulai bisnis di tengah pandemi adalah menentukan mana yang kira-kira bisa Anda jalankan. Memulai bisnis di tengah pandemi bisnis tidak harus langsung memakan modal besar. Sesuaikan kebutuhan modal dengan kondisi Anda sekarang ini. Sebagai contoh, Anda mengalami penurunan pendapatan cukup drastis gara-gara pandemi dan uang tabungan mulai terpakai untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Pastikan tetap bijak memutuskan pemakaian dana tabungan untuk modal bisnis. Lebih amannya, mulailah bisnis perlahan saja dengan modal seminim mungkin. Misalnya, bila berbisnis frozen food, Anda bisa fokus memakai modal untuk membeli barang dagangan saja. Tapi, tidak perlu buru-buru membeli freezer baru untuk menyimpan dagangan tersebut. Sebagai permulaan, Anda cukup memanfaatkan kulkas yang ada di rumah. Cara lain yang juga bisa Anda jajaki adalah dengan menawarkan diri menjadi dropshipper online ke para supplier frozen food yang banyak bertebaran di marketplace. Cara ini relatif lebih aman karena Anda tidak perlu menyiapkan modal sama sekali. Cukup memanfaatkan gadget dan media sosial untuk berpromosi. Hanya saja, keuntungannya memang relatif kecil karena Anda sebatas sebagai dropshipper. 3. Jalankan Yang Paling Memungkinkan Dengan kondisi pandemi yang masih membatasi banyak aktivitas masyarakat, pilih bisnis yang paling memungkinkan dijalankan di tengah situasi seperti ini. Pertimbangkan juga situasi Anda saat ini. Apabila Anda sebenarnya masih memiliki pekerjaan tetap dan usaha tersebut hanya sebatas side hustle, buatlah pengaturan waktu yang baik supaya pekerjaan utama Anda tidak sampai terganggu.  Sebaliknya, apabila Anda memang sudah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan (unpaid leave) sampai batas yang belum pasti, Anda memiliki keleluasaan waktu untuk menjalankan dan memulai Bisnis usaha baru secara lebih fokus. Namun, karena usaha baru ini menjadi tumpuan baru pendapatan sedang penghasilan rutin Anda tengah terpukul, pastikan Anda bijak menggunakan modal kerja sembari tetap serius menjalankannya.  4. Optimalkan media sosial dan word of mouth marketing Tidak usah bingung memasarkan bisnis Anda. Manfaatkan semaksimal mungkin kehadiran media sosial dan berbagai kanal e-commerce atau marketplace untuk memulai Bisnis dan memasarkan produk Anda. Jangan sungkan mempromosikan bisnis di akun media sosial Anda. Bila perlu, colek satu-satu teman Anda yang potensial menjadi pelanggan. Dengan menawarkan produk berkualitas dan layanan yang baik, bisnis Anda kelak bisa terbantu dari promosi mulut ke mulut alias word of mouth marketing. Anda juga bisa memanfaatkan jurus promosi memanfaatkan iklan online baik itu melalui Facebook atau Instagram. Optimalkan juga grup-grup Whatsapp dan komunitas yang Anda ikuti.  Ibarat menebar jala, pasti ada satu dua ikan yang bisa Anda bawa pulang. Jadi, terus berusaha memasarkan tanpa gengsi dan tetap optimistis bisnis Anda bakal besar suatu saat nanti. 5. Ekspansi perlahan sesuai perkembangan bisnis Kadang kala para pemula dalam dunia bisnis, tergesa-gesa ingin membesarkan bisnis dengan menggelontorkan modal banyak. Misalnya, baru saja memulai bisnis makanan online dan memiliki pelanggan tetap, sudah tergesa menyewa ruko untuk berjualan secara offline. Tenang dulu, tidak perlu tergesa-gesa. Di tengah kondisi pandemi yang membuat perekonomian lesu darah seperti sekarang, semua langkah ekspansi bisnis perlu dihitung lebih cermat dan tidak bisa ditempuh tergesa-gesa. Lebih baik Anda bermain aman dengan menerapkan prinsip efisiensi. Semua strategi bisnis perlu dijalankan dengan mengoptimalkan modal yang ada untuk mendapatkan cuan atau keuntungan maksimal. Kelak, saat perekonomian sudah mulai bangkit dan stabil, baru Anda bisa lebih berani berekspansi dan mengeluarkan modal lebih besar. Itulah lima jurus memulai bisnis di tengah pandemi yang merontokkan ekonomi. Tidak perlu takut mencoba peruntungan bisnis walau situasi muram seperti saat ini. Penulis : Siti Aisyah dan Desy Lindawati

5 Jurus Sakti memulai Bisnis di tengah pandemi Read More »

Digital marketing tidak hanya sekedar marketing online

Internet saat ini merupakan suatu kebutuhan yang harus terpenuhi. Dengan kecepatan informasi yang masuk ke dalamnya, membuat beberapa masyarakat lebih memilih internet untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Perusahaan maupun pengusaha mulai berpindah ke internet untuk mempromosikan produk atau jasa sehingga menimbulkan persaingan yang ketat. Perlu adanya strategi dalam digital marketing. Tanpa adanya strategi dan hanya mengandalkan marketing online saja, maka tidak akan maksimal Pemasaran dulunya hanya dilakukan dengan metode face to face atau memasang media cetak seperti flyer, spanduk, koran, ataupun billboard, namun sekarang mulai berpindah ke digital. Istilah pemasaran lewat online atau internet biasanya dikenal dengan nama internet marketing atau digital marketing. Kedua istilah tersebut meskipun terlihat sama yang tujuannya memasarkan produk melalui media internet namun ada perbedaan. Keduanya juga mempunyai strategi yang lebih specific menjangkau target audience tertentu sesuai dengan produk yang ditawarkan. Penerapan digital marketing sangat beragam seperti pemasaran melalui media digital, yaitu iklan TVC, ebook, koran digital, company profile video, marketing email, endorse influencer, broadcast SMS, iklan pay per click, banner iklan, pay per sale, pay per lead, dan sebagainya. Fokus utama pada digital marketing bertujuan tidak hanya menarik pelanggan untuk peningkatan penjualan saja, sebab digital marketing tak hanya mempromosikan sebuah produk atau brand, tetapi juga membangun brand awareness dan customer relation. Manfaat digital marketing 1. Peningkatan penjualan dan mudahnya mendapatkan informasi produk Optimasi Teknik digital marketing secara tidak langsung dapat meningkatkan penjualan produk tersebut juga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai produk. Seperti halnya sebuah toko, website bisa dikunjungi oleh masyarakat dan melihat informasi yang diinginkan. Nilai lebihnya adalah website bisa diakses 24 jam sehingga tidak perlu repot menunggu jam kerja toko atau perusahaan. 2. Jalin komunikasi lebih mudah ke konsumen Tersedianya banyak fitur komunikasi yang berada pada internet memudahkan konsumen untuk berkomunikasi dengan penjual maupun perusahaan. Beberapa perusahaan mempunyai live chat, email, ataupun nomer darurat untuk dihubungi yang tertera pada website. Hal tersebut semata-mata untuk menjalin komunikasi dengan konsumen. Brand bisa juga mendapatkan data riset bagaimana kepuasan konsumen terhadap produk brand tersebut. 3. Digital marketing dengan biaya yang lebih murah dibanding dengan cara konvensional Bisnis berskala kecil, beriklan di internet atau media digital tidak akan menghabiskan banyak biaya. Sosial media tidak dikenakan biaya pendaftaran atau gratis sehingga menghemat biaya promosi. Fokus yang dilakukan hanyalah beriklan pada sosial media tersebut dengan menambah konten produk yang ditawarkan. Setelah itu, optimasi iklan dan target audience bisa disetting lewat layanan iklan yang disediakan oleh platform sosial media tersebut untuk mencari konsumen yang potensial sesuai dengan target market produk. Jika terdapat toko online atau web pribadi dengan domain sendiri, optimasi iklan bisa berkolaborasi dengan google ads untuk menjangkau pengunjung yang lebih banyak. Biaya marketing bisa disesuai sesuai dengan budget yang ada. Pemasaran online dengan mempunyai web tersendiri bisa mendukung branding produk dan mempunyai portal yang lebih ekslusif. Penulis : Moh Cholisatur Rizaq

Digital marketing tidak hanya sekedar marketing online Read More »

KIAT SUKSES MEMULAI DAN MEMPERTAHANKAN BISNIS DI MASA PANDEMI

Mendapatkan keuntungan merupakan salah satu tujuan atau keinginan utama bagi siapapun yang ingin memulai bisnis. Melihat perkembangan dunia di tengah masa pandemi, ketertarikan orang untuk memulai bisnisnya secara mandiri mulai banyak bermunculan. Keputusan untuk berbisnis kerap dipilih sebagai alternatif untuk dapat berkarier secara fleksibel dan dinamis. Dalam merancang bisnis menguntungkan, apalagi di masa pandemi seperti saat ini, yang perlu disadari adalah menjalankan sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah. Tantangan yang hadir dalam menjalankan bisnis kerap kali membuat gentar. Namun, seperti pepatah “banyak jalan menuju roma”, tentu ada cara yang bisa dilakukan dalam menjalankan bisnis agar terus bisa bertahan dan sukses. Pertanyaannya adalah bagaimana kiat supaya sukses memulai bisnis supaya menguntungkan dan bagaimana kiat supaya bisnis kita bisa bertahan ?.  Berikut akan dipaparkan beberapa kiat memulai dan mempertahamkan bisnis supaya sukses.   PEMBAHASAN Merancang bisnis yang menguntungkan di tengah pandemic memerlukan pemikiran dan perancanaan yang matang. Berikut adalah langkah awal yang dibutuhkan untuk merancang bisnis menguntungkan. Bentuk pola pikir bisnis di dalam kepala Memiliki pola pikir yang tepat akan membantu  dalam menjalankan bisnis. Dengan pola pikir bisnis,  akan mulai terbiasa peka terhadap kesempatan dan mempertimbangkan antara untung dan rugi dari bisnis yang akan  mulai. Selain pola pikir, hal yang akan membantu  untuk tetap menjalankan bisnis secara maksimal adalah niat. Niat yang kuat serta dukungan dari orang-orang terdekat bisa memberi  sedikit tambahan energi untuk selalu berusaha yang terbaik. Namun selalu ingat, dalam bisnis menguntungkan pasti ada risiko yang senantiasa menunggu. Fokus dengan satu bisnis di awal Agar tetap aman dalam menjalankan bisnis menguntungkan secara stabil, di awal-awal sebaiknya  fokus dengan satu bisnis saja. Dengan fokus di satu bisnis,  akan lebih mudah memantau dan memahami mengenai perkembangan bisnis yang sedang dijalankan. Apalagi jika  baru memulainya di usia muda, pengalaman dan ilmu dari sebuah bisnis awal akan jadi bekal untuk memulai bisnis menguntungkan lainnya. Jalankan bisnis sesuai dengan apa yang disukai Untuk memulai bisnis menguntungkan sesuai dengan keinginan,  bisa memilih untuk menjalankan bisnis dengan bidang yang  disukai. Fokus dengan menjalankan bisnis sesuai dengan bidang yang  disukai akan menambah semangat dalam aktivitas bisnis yang  lakukan. Faktor kesukaan akan merasa lebih leluasa untuk melakukan eksplorasi terhadap bisnis yang  jalani untuk memaksimalkan potensinya jadi bisnis menguntungkan. Lakukan riset Setelah membangun pola pikir dan menentukan bisnis menguntungkan apa yang akan  dijalani nantinya,  perlu melakukan riset terlebih dahulu. Riset yang  dilakukan akan dapat membawa insights penting dalam pengembangan bisnis yang  dijalani. Dengan melakukan riset demi bisnis menguntungkan akan mengetahui tentang potensi kompetitor . Setelah mendalami pemahaman terkait riset bisnis yang dilakukan akan dapat membuat strategi yang optimal untuk bisnis menguntungkan  nantinya. Manfaatkan media sosial Di era yang serba digital seperti saat ini, peran media sosial akan memberikan dampak positif yang cukup besar dalam mengembangkan bisnis menguntungkan yang  miliki. Maksimalkan penggunaan media sosial sebagai salah satu senjata untuk promosi bisnis . Target yang tepat sasaran merupakan salah satu keuntungan yang bisa  dapatkan dari menggunakan media sosial untuk mengembangkan bisnis . Selain itu, media sosial juga bisa  fungsikan sebagai galeri, portofolio, atau milestone agar para pelanggan bisa mengenal bisnis  lebih dekat. Faktor kedekatan jadi poin penting agar apa yang sedang  jalankan bisa jadi bisnis menguntungkan dan sukses Terbuka dengan kritik dan saran Dalam menjalankan bisnis, kehadiran kritik dan saran bisa jadi faktor yang menguntungkan. Dengan terbuka terhadap kritik dan saran dari pelanggan,  akan lebih mudah mengetahui tentang kekurangan dan kelebihan atas bisnis yang  jalani. Keterbukaan ini juga akan membuat  mudah melakukan adaptasi jika sewaktu-waktu iklim bisnis yang sedang  geluti berubah secara drastis. Namun perlu diingat, tidak semua kritik dan saran bisa  diaplikasikan terhadap bisnis yang  dijalani. Pilih dan tentukan dengan cermat hal apa saja yang sesuai dengan jenis bisnis , agar usaha  bisa jadi bisnis menguntungkan dan sukses. Kelola uang secara bijak Setiap bisnis yang dijalani, besar atau kecil skalanya tentu akan membutuhkan pendapatan dan pengeluaran. Oleh karena itu, agar bisnis menguntungkan  tetap jalan dan bisa bertahan, pengelolaan uang jadi faktor penting.  Harus memahami aspek-aspek apa saja yang bisa  tekan pengeluarannya atau sektor apa saja yang bisa memaksimalkan pendapatan bisnis . Namun, jika  merasa sulit untuk mengelola uang,  bisa berikan tanggung jawab ini kepada orang yang sangat  percaya. Meskipun begitu,  pun harus tetap aktif mengetahui perputaran uang yang datang dari pergerakan bisnis . Sediakan juga tabungan khusus agar memisahkan uang pribadi  dan uang kebutuhan bisnis . Demikian beberapa kiat memulai bisnis agar sukses memdapatkan keuntungan. Pada saat kita melakukan bisnis tentu pernah mengalami masa-masa sulit. Masa-masa sulit bisa berkaitan dengan permasalahan keuangan bisnis, penipuan, musibah bencana alam, atau sejenisnya. Dan sekarang ini, masa sulit yang sedang dihadapi banyak pelaku bisnis adalah pandemi corona. Masa sulit itu sendiri biasa dilihat dengan terjadinya penurunan penjualan, menurunnya produktivitas, hingga terkadang sampai mengalami kebangkrutan. Bagi  yang sudah atau sedang mengalaminya, tentu hal itu bisa menjadi pengalaman paling berharga yang tidak ternilai dengan uang. Tapi bagaimana cara agar bisnis  tetap bisa bertahan? Berikut Investree punya beberapa kiat yang bisa diterapkan saat bisnis  sedang mengalami masa-masa tersulit. Jangan menunda, segeralah bertindak Keadaan akan semakin parah bila  hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa. Setiap kali  melihat bencana di depan mata, satu-satunya hal yang harus  lakukan adalah mengambil suatu tindakan. Sesulit apapun kondisinya,  tetap harus meningkatkan perkembangan bisnis dan melewati masa-masa sulit tersebut. Cari dan peroleh kembali berbagai proyek, klien, hingga pelanggan baru yang mungkin bisa didapat dengan lebih mudah dari perkiraan . Itu juga akan membuat  merasa lebih baik dan dapat kembali menyemati . Selalu utamakan fakta Di tengah masa sulit, sangat mudah untuk menjadi panik hingga sering membuat  terlalu khawatir bahkan mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu akan terjadi. Sehingga penting untuk menjaga pola pikir  tetap positif dan berpegang pada fakta. Dapatkan semua informasi dan fakta-fakta yang berkaitan dengan kondisi yang sedang terjadi. Jangan mudah termanipulasi oleh berita bohong yang bisa membuat  semakin terpuruk dan mengesampingkan realitas yang sebenarnya. Dengan begitu, bisnis yang  jalankan tetap bisa bertahan hingga masalah selesai. Perkuat hubungan dengan pelanggan Ironisnya, di masa tersulit banyak bisnis yang justru berhenti melayani pelanggan setia mereka. Kondisi yang sulit seringkali mematahkan semangat  hingga pada gilirannya mempengaruhi layanan pelanggan. Menjauhkan bisnis dari para pelanggan hanya membuat 

KIAT SUKSES MEMULAI DAN MEMPERTAHANKAN BISNIS DI MASA PANDEMI Read More »